The fate of love
Audrey yang malang dihianati oleh seorang laki laki, sebut saja laki laki itu x. Sebenarnya laki laki itu hanya tertarik dengan audrey. Hati audrey sudah tertutup untuk menerimanya lagi. Setelah itu Audrey sakit hati karena ia berpikir bahwa dia sepertinya hanya dimanfaatkaan.
Hari demi haripun berlalu, audrey sangat murung dan putus asa. Pada suatu malam, Audrey ingin pergi untuk membeli makanan. Restoran tersebut berada di seberang jalan. Ia pun menyeberangi jalan dengan rasa lapar. Tiba tiba ada sebuah truk ingin menabrak audrey dari belakang tanpa ada tanda tanda. Setelah itu bergegas seorang laki laki menyelamatkan Audrey. Audrey pun selamat dari kejadian mengerikan itu. Tetapi tidak dengan laki laki yang menyelamatkan nyawanya.
Setelah itu Audrey membawa sang penyelamat nyawanya tersebut ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan gerobak yang berada di dekat tempat kejadian karena ia tidak tau harus berbuat apa. Ia merasa bersalah dan cemas. Pikirannya sudah buyar tidak karuan. Ia pun segera berlari dengan membawa gerobak yang berisi lelaki tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, ternyata laki laki tersebut adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut. Ayah dari laki laki tersebut langsung menghampiri anaknya yang terluka parah. Ayahnya langsung berteriak histeris dan menyruh semua dokter untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Audreypun merasa cemas dengan kegaduhan yang mengelilinginya. Dan tak berapa lama, ia pingsan dalam sekejap.
Keesokan harinya, Audrey mengerjapkan matanya dan merasa silau akan cahaya matahari yang menusuk matanya. Ia merasa kebingungan mengapa ia bisa berada di tempat tidur dengan ruangan yang penuh dengan dengan bau obat-obatan. Sesaat kemudian, seorang suster menghampirinya untuk memberikannya obat. Suster itu berkata bahwa dia akan baik-baik saja, hanya sedikit stress. Ia bisa pulang hari ini. Lalu Audrey berpikir bagaimana ingin membayar pengobatan di rumah sakit ini.
Sesaat kemudian, ia dipanggil oleh suster tersebut dan dibawanya ke resepsionis untuk membayar tagihan rumah sakitnya. Ia merasa kebingungan dan cemas karena ia hanya membawa uang yang sangat sedikit. Ia tidak bisa membayar tagihannya yang cukup besar itu. Lalu sesaat kemudian, datanglah seorang laki-laki langsung membayar semua tagihannya. Audrey pun terheran-heran.
"siapa kamu, kok kamu membayar semua tagihannya?" tanya Audrey sambil melihat ke arah lelaki itu.
"Memangnya kamu gak kenal samu aku, bener-bener kamu lupa sama aku?" tanyanya balik dengan muka yang bingung bercampur kaget.
"Ya udah gak papah, aku tau kok kamu hanya membawa duit yang sedikit"
Audrey pun sangat berterima kasih kepada lelaki tersebut. Tiba-tiba ia teringat dengan laki-laki yang menyelamatkan dia kemarin malam.
"Oh iy, kamu kenal gak sama laki-laki yang terluka parah yang kubawa menggunakan gerobak?" Tanya Audrey sambil cemas
"Oh, ehm sebenarnya itu ..."
Langsung orang tua Audrey berlari dari kejauhan dan memeluknya.
"Audrey kamu nggak apa-apa?","Apa ada yang terluka, sakit?" tanya mamanya dengan rasa khawatir
"Aku nggak kenapa-napa kok ma","Baik-baik aja"
"Oh iy drey, pembayaran rumah sakitnya belum dibayar yah. Kita bisa nggak yah menebusnya?" tanya papanya dengan rasa cemas
"Udah dibayar kok, sama laki-laki itu"
Papa dan mamanya langsung melihat kearah laki-laki itu dan berterima kasih kepadanya. Mama Audrey merasa sangat familiar dengan wajah lelaki itu.Setelah itu orang tua dari laki laki tersebut datang menhampirinya.
"Apakah itu kamu Dinda?" Ayah dari laki laki tersebut bertanya tanya
"Oh, kamu Dimas yah. Hei sudah lama tidak bertemu" Ujar ibunya audrey dengan gembira
Mereka pun berbincang bincang. Sementara itu Audrey merasa bingung dengan semua ini. Akhirnya semuanya sudah diketahui dengan jelas. Laki laki yang telah menolongnya waktu itu adalah adik dari laki laki yang membayar semua tagihan rumah sakit dan ayahnya mereka adalah sahabat lama dari ibunya sendiri. Audrey sudah ingin dijodohkan sejak kecil oleh orang tuanya dengan anak laki laki sahabatnya yang membayar tagihan rumah sakitnya yang bernama clark. Tetapi Clark dari dulu memang tidak menyukai Audrey. Yang menyukai Audrey adalah adiknya yang bernama James. Karena itu keempat orang tua tersebut memutuskan untuk menikahkan Audrey dengan James.
Akhirnya Audrey menyetujuinya karena ia memang menyukai James. James menyelamatkan Audrey tanpa pamrih dan tulus.
The End
Hari demi haripun berlalu, audrey sangat murung dan putus asa. Pada suatu malam, Audrey ingin pergi untuk membeli makanan. Restoran tersebut berada di seberang jalan. Ia pun menyeberangi jalan dengan rasa lapar. Tiba tiba ada sebuah truk ingin menabrak audrey dari belakang tanpa ada tanda tanda. Setelah itu bergegas seorang laki laki menyelamatkan Audrey. Audrey pun selamat dari kejadian mengerikan itu. Tetapi tidak dengan laki laki yang menyelamatkan nyawanya.
Setelah itu Audrey membawa sang penyelamat nyawanya tersebut ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan gerobak yang berada di dekat tempat kejadian karena ia tidak tau harus berbuat apa. Ia merasa bersalah dan cemas. Pikirannya sudah buyar tidak karuan. Ia pun segera berlari dengan membawa gerobak yang berisi lelaki tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, ternyata laki laki tersebut adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut. Ayah dari laki laki tersebut langsung menghampiri anaknya yang terluka parah. Ayahnya langsung berteriak histeris dan menyruh semua dokter untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Audreypun merasa cemas dengan kegaduhan yang mengelilinginya. Dan tak berapa lama, ia pingsan dalam sekejap.
Keesokan harinya, Audrey mengerjapkan matanya dan merasa silau akan cahaya matahari yang menusuk matanya. Ia merasa kebingungan mengapa ia bisa berada di tempat tidur dengan ruangan yang penuh dengan dengan bau obat-obatan. Sesaat kemudian, seorang suster menghampirinya untuk memberikannya obat. Suster itu berkata bahwa dia akan baik-baik saja, hanya sedikit stress. Ia bisa pulang hari ini. Lalu Audrey berpikir bagaimana ingin membayar pengobatan di rumah sakit ini.
Sesaat kemudian, ia dipanggil oleh suster tersebut dan dibawanya ke resepsionis untuk membayar tagihan rumah sakitnya. Ia merasa kebingungan dan cemas karena ia hanya membawa uang yang sangat sedikit. Ia tidak bisa membayar tagihannya yang cukup besar itu. Lalu sesaat kemudian, datanglah seorang laki-laki langsung membayar semua tagihannya. Audrey pun terheran-heran.
"siapa kamu, kok kamu membayar semua tagihannya?" tanya Audrey sambil melihat ke arah lelaki itu.
"Memangnya kamu gak kenal samu aku, bener-bener kamu lupa sama aku?" tanyanya balik dengan muka yang bingung bercampur kaget.
"Ya udah gak papah, aku tau kok kamu hanya membawa duit yang sedikit"
Audrey pun sangat berterima kasih kepada lelaki tersebut. Tiba-tiba ia teringat dengan laki-laki yang menyelamatkan dia kemarin malam.
"Oh iy, kamu kenal gak sama laki-laki yang terluka parah yang kubawa menggunakan gerobak?" Tanya Audrey sambil cemas
"Oh, ehm sebenarnya itu ..."
Langsung orang tua Audrey berlari dari kejauhan dan memeluknya.
"Audrey kamu nggak apa-apa?","Apa ada yang terluka, sakit?" tanya mamanya dengan rasa khawatir
"Aku nggak kenapa-napa kok ma","Baik-baik aja"
"Oh iy drey, pembayaran rumah sakitnya belum dibayar yah. Kita bisa nggak yah menebusnya?" tanya papanya dengan rasa cemas
"Udah dibayar kok, sama laki-laki itu"
Papa dan mamanya langsung melihat kearah laki-laki itu dan berterima kasih kepadanya. Mama Audrey merasa sangat familiar dengan wajah lelaki itu.Setelah itu orang tua dari laki laki tersebut datang menhampirinya.
"Apakah itu kamu Dinda?" Ayah dari laki laki tersebut bertanya tanya
"Oh, kamu Dimas yah. Hei sudah lama tidak bertemu" Ujar ibunya audrey dengan gembira
Mereka pun berbincang bincang. Sementara itu Audrey merasa bingung dengan semua ini. Akhirnya semuanya sudah diketahui dengan jelas. Laki laki yang telah menolongnya waktu itu adalah adik dari laki laki yang membayar semua tagihan rumah sakit dan ayahnya mereka adalah sahabat lama dari ibunya sendiri. Audrey sudah ingin dijodohkan sejak kecil oleh orang tuanya dengan anak laki laki sahabatnya yang membayar tagihan rumah sakitnya yang bernama clark. Tetapi Clark dari dulu memang tidak menyukai Audrey. Yang menyukai Audrey adalah adiknya yang bernama James. Karena itu keempat orang tua tersebut memutuskan untuk menikahkan Audrey dengan James.
Akhirnya Audrey menyetujuinya karena ia memang menyukai James. James menyelamatkan Audrey tanpa pamrih dan tulus.
The End
Komentar
Posting Komentar